Loading...

Berita

Berita / Berawal Dari Perjuangan Masa Lalu, Crisbar Konsisten Support “Pejuang Masa Depan” Lewat Free Refill Nasi Dan Es Teh

Berawal Dari Perjuangan Masa Lalu, Crisbar Konsisten Support “Pejuang Masa Depan” Lewat Free Refill Nasi Dan Es Teh

Ditulis Oleh : Bagus Usman Edited by Jatu Mursito
11/06/2026 16:18
Berawal Dari Perjuangan Masa Lalu, Crisbar Konsisten Support “Pejuang Masa Depan” Lewat Free Refill Nasi Dan Es Teh

 9 Juni 2026Menjadi seorang pengusaha sukses merupakan impian banyak orang. Membangun sebuah usaha dari nol hingga dikenal oleh masyarakat luas juga tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa di balik kesuksesan sebuah brand, sering kali terdapat cerita perjuangan yang menjadi alasan mengapa brand tersebut lahir dan bertahan hingga hari ini. Hal itulah yang terjadi pada Crisbar  "Ayam Crispy Bakar". Brand kuliner yang kini dikenal luas di kalangan mahasiswa ini ternyata lahir dari pengalaman hidup sang founder, Hafizh Ihsaanuddin, saat menjalani masa kuliah sebagai mahasiswa perantauan dengan keterbatasan ekonomi.

 

Crisbar "Ayam Crispy Bakar” merupakan sebuah brand dari Bandung yang menghidangkan ayam goreng krispi dengan lumuran saos madu pedas manis yang khas dan terkenal dikalangan para mahasiswa. Menu awal Crisbar mulanya bukan menjual Ayam Crispy Bakar Saus, justru Crisbar sendiri berdiri atas motivasi Hafizh Ihsaanuddin saat melihat tren ayam Geprek yang sedang naik daun di kota asalnya, Yogyakarta. Modal mendirikan Cribar sendiripun berawal dari hal yang cukup  sederhana sebenarnya. Hafizh sendiri yang merupakan mahasiswa ITB penerima beasiswa Bidikmisi, yang memulai semuanya dengan modal 15 juta Rupiah dan merupakan sisa tabungan yang ia miliki.

 

Dengan modal yang terbatas, Hafizh memberanikan diri untuk menyewa sebuah gerobak kecil bekas pedagang ayam Goreng di kantin kampusnya. Kemudian ia sulap menjadi gerobak Crisbar untuk diletakkan di area Tamansari Foodfest, kawasan Institut Teknologi Bandung ( ITB ), yang merupakan lokasi tongkrongan para mahasiswa. "Niat awal saya ingin jualan makanan yaitu, supaya untungnya bisa buat makan sehari-hari aja. Karena jujur saja, saat itu uang bulanan yang dikirim 6 bulan sekali itu gak cukup”, ungkap Hafizh. “Dan disitu saya lihat menu ayam geprek belum ada di Bandung, jadi akhirnya kita start sewa gerobak bekas pedagang kantin,” tambahnya.

 

Waktu berlalu, siapa sangka ayam geprek Crisbar ini disukai oleh para pelanggan yang sebagian besar tentunya dari kalangan mahasiswa. Yang unik dari bisnis ini, Hafizh sendiri sebenernya tidak mempunyai background dalam industri FnB, namun ia jeli melihat peluang kuliner yang sedan tren di kota asalnya, yakni Yogya. Hafizh cermat mengamati, bahwa “Saat ini banyak sekali anak muda dari kota kecil merantau ke kota lain untuk menimba ilmu. Cerminan itu seperti melihat diri saya sendiri saat harus merantau dari Yogya ke Bandung.” “Tentunya saya harus ekstra hemat supaya semuanya cukup dengan beasiswa yang saya terima”, tambahnya. Maka, sejak saat itu, Hafizh pun berkomitmen untuk mensupport “Pejuang Masa Depan" yang kemudian diambilnya sebagai tagline Crisbar. Hal ini lalu dikemas sebagai promo menarik serta membantu para mahasiswa untuk tetap bisa makan enak tapi tidak mahal, yani free refill nasi dan es teh untuk pelanggan yang makan di tempat. Hingga saat ini pun promo Crisbar ini masih berjalan. Bagi sebagian orang, promo tersebut mungkin terlihat biasa. Namun bagi mahasiswa yang harus bisa survive dan bisa makan setiap hari, tambahan nasi dan minuman gratis sering kali menjadi penyelamat di akhir bulan. Tak disangka promo ini pun disambut baik oleh para pelanggan, hingga membuahkan angka penjualan yang cukup baik, yakni 300 paket per hari dalam 1 bulan pertama Crisbar dibuka.

 

Melihat antusiasme pelanggan yang terus meningkat, Hafizh pun mulai membuka beberapa cabang baru di sekitar kampus-kampus besar di kota Bandung, mulai dari kawasan ITB, kampus Telkom University, hingga Universitas Padjadjaran. Perkembangan tersebut pula yang turut mendorong Crisbar untuk meningkatkan kenyamanan outletnya. Hafizh mengaku salah satu alasan terbesar dirinya beralih dari konsep gerobak ke outlet ruko yaitu melihat banyaknya pelanggan yang harus makan di trotoar, kepanasan, bahkan kehujanan untuk bisa menikmati menu Crisbar. “Pelanggan datang buat makan dan enjoy di tempat kita, tapi tempatnya kurang nyaman. Mereka rela makan di trotoar, panas-panasan, bahkan juga kadang kehujanan. Saya pengennya mereka juga bisa menikmati makanan dengan lebih nyaman” tambah Hafizh.

 

Kini, outlet Crisbar telah hadir di berbagai kawasan kampus dan pusat aktivitas mahasiswa di Bandung maupun Jabodetabek. Namun di balik pertumbuhan tersebut, satu hal yang tidak pernah berubah adalah komitmen untuk tetap menjadi teman bagi para “Pejuang Masa Depan” seperti ia memulai berjuang dulu sebagai anak rantau dari kota lain. Sebab setiap pejuang masa depan berhak mendapatkan tempat untuk beristirahat, mengisi tenaga, dan melanjutkan perjuangannya.


Ingin Konsultasi Lebih Lanjut?

Bergabunglah dengan kemitraan BukaOutlet saat ini juga!
Hubungi Kami untuk Bergabung

AI Konsultan

Online

Halo!

Saya AI Konsultan BukaOutlet. Siap membantu seputar kemitraan, bisnis, dan outlet.

AI Konsultan Aktif (Guest Mode)
Hubungi WhatsApp Admin
Tanya AI Konsultan
Konsultan Kemitraan
Daftar Kemitraan