7 Cara Negosiasi Harga Dengan Supplier Agar Profit Bisnis Meningkat
Margin keuntungan bisnis ritel atau franchise sering kali tergerus bukan karena penjualan yang sepi. Justru kebocoran profit sering terjadi di pintu belakang. Masalah utamanya ada pada harga pokok penjualan atau HPP yang terlalu tinggi akibat kesepakatan dengan supplier yang kurang optimal.
Banyak pebisnis pemula merasa takut atau sungkan untuk menawar harga. Padahal dalam dunia bisnis, negosiasi adalah hal yang lumrah dan wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan arus kas. Kami di Buka Outlet selalu menekankan bahwa keuntungan bisnis itu dibuat saat kita membeli barang, bukan hanya saat menjualnya.
Berikut adalah 7 cara negosiasi harga dengan supplier yang terbukti efektif dan profesional.
1. Lakukan Riset Harga Pasar Terlebih Dahulu
Jangan pernah masuk ke medan negosiasi dengan tangan kosong. Anda akan mudah dipermainkan jika tidak tahu harga pasaran. Luangkan waktu untuk mengecek harga dari tiga hingga empat supplier kompetitor.
Data ini adalah senjata utama Anda. Saat Anda tahu bahwa supplier A menjual bahan baku seharga Rp10.000 sementara supplier B menawarkan Rp12.000, Anda punya posisi tawar yang kuat. Anda bisa berkata pada supplier B bahwa Anda mendapatkan penawaran lebih baik di tempat lain namun lebih menyukai kualitas layanan mereka. Ini memaksa mereka untuk meninjau ulang harga yang ditawarkan.
2. Tawarkan Pembayaran Tunai atau Termin Cepat
Uang tunai adalah raja dalam bisnis apapun. Supplier pun sangat membutuhkan likuiditas untuk operasional mereka. Sering kali mereka rela memangkas margin keuntungan demi mendapatkan uang tunai lebih cepat.
Jika standar pembayaran di industri Anda adalah tempo 30 hari, cobalah tawarkan pembayaran tunai saat barang datang atau tempo 7 hari. Sebagai gantinya, mintalah potongan harga atau diskon khusus. Diskon 2% hingga 5% untuk pembayaran tunai sangat berarti bagi akumulasi profit tahunan Anda.
3. Jual Potensi Pertumbuhan Bisnis Anda
Supplier mencari mitra jangka panjang yang bisa tumbuh bersama. Jika bisnis Anda masih baru namun memiliki proyeksi pertumbuhan yang jelas, komunikasikan hal tersebut. Tunjukkan rencana ekspansi cabang atau strategi pemasaran yang agresif.
Anda bisa meminta harga khusus bukan berdasarkan volume pembelian saat ini. Mintalah harga berdasarkan potensi volume di masa depan. Yakinkan mereka bahwa mendukung Anda sekarang dengan harga miring akan berbuah manis saat bisnis Anda meledak nantinya. Ini adalah strategi yang sering kami terapkan saat membangun jaringan mitra.
4. Jangan Hanya Fokus pada Harga Satuan
Negosiasi tidak melulu soal menurunkan harga barang dari Rp5.000 menjadi Rp4.500. Terkadang supplier sudah memiliki batas bawah yang tidak bisa ditembus. Jika ini terjadi, alihkan negosiasi ke komponen biaya lain.
Anda bisa menawar hal-hal berikut:
Biaya pengiriman: Mintalah gratis ongkir untuk minimum pembelian tertentu.
Waktu pengiriman: Minta prioritas pengiriman agar stok Anda selalu aman.
Kebijakan retur: Minta kelonggaran untuk mengembalikan barang yang tidak laku atau rusak.
Bonus barang: Minta tambahan unit gratis untuk setiap pembelian jumlah tertentu.
5. Bangun Hubungan Personal yang Baik
Bisnis di Indonesia sangat kental dengan budaya kekeluargaan. Orang lebih suka memberi harga murah kepada teman dibandingkan orang asing. Jangan hanya menghubungi supplier saat mau order atau komplain saja.
Luangkan waktu untuk mengobrol santai atau sekadar bertukar kabar. Hubungan emosional yang baik membuat supplier merasa tidak enak hati jika memberikan harga mahal atau menaikkan harga secara tiba-tiba. Mereka akan memprioritaskan Anda sebagai klien VIP bukan karena uang, tapi karena relasi.
6. Gunakan Teknik "Silence" (Diam)
Dalam psikologi negosiasi, diam adalah emas. Setelah supplier menyebutkan harga penawaran mereka, jangan langsung merespons. Berikan jeda beberapa detik sambil menunjukkan ekspresi berpikir atau sedikit ragu.
Keheningan ini sering kali membuat pihak lawan merasa tidak nyaman. Mereka akan berpikir bahwa harga yang ditawarkan terlalu tinggi atau Anda tidak tertarik. Sering kali mereka akan memecah keheningan tersebut dengan memberikan penawaran yang lebih baik atau diskon tambahan tanpa Anda minta.
7. Siapkan Opsi Walk Away
Ini adalah mentalitas terpenting. Anda harus siap untuk tidak jadi membeli atau pindah ke supplier lain jika kesepakatan tidak tercapai. Jika supplier mencium bau keputusasaan bahwa Anda sangat butuh barang mereka, posisi tawar Anda akan lemah.
Tunjukkan bahwa Anda punya banyak opsi. Sikap tegas ini justru akan membuat supplier lebih menghargai Anda sebagai pebisnis profesional. Mereka akan berusaha menahan Anda agar tidak lari ke kompetitor dengan memberikan penawaran terbaik mereka.
Perbandingan Strategi Negosiasi
Strategi | Fokus Utama | Kapan Digunakan |
|---|---|---|
Volume Based | Jumlah pesanan besar | Saat cashflow kuat dan gudang luas |
Termin Bayar | Kecepatan pembayaran | Saat butuh margin lebih tebal |
Partnership | Visi jangka panjang | Saat bisnis baru merintis |
Total Value | Ongkir & Layanan | Saat harga satuan sudah mentok |
Penutup
Negosiasi bukanlah pertarungan untuk mengalahkan supplier. Negosiasi adalah seni mencari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak. Supplier senang karena barangnya laku dan dibayar lancar, Anda senang karena mendapatkan HPP yang rendah.
Penerapan strategi di atas membutuhkan latihan dan keberanian. Mulailah dari hal kecil. Keberhasilan menekan biaya operasional akan berdampak langsung pada ketahanan bisnis Anda dalam menghadapi persaingan pasar.