Loading...

Berita

Berita / Analisa Keuntungan Usaha Gorengan Pinggir Jalan Yang Tak Ada Matinya

Analisa Keuntungan Usaha Gorengan Pinggir Jalan Yang Tak Ada Matinya

Ditulis Oleh : Admin Penulis
14/01/2026 22:49
Analisa Keuntungan Usaha Gorengan Pinggir Jalan Yang Tak Ada Matinya

Siapa orang Indonesia yang tidak suka gorengan? Rasanya hampir tidak ada. Gorengan adalah "camilan nasional" yang menyatukan semua lapisan masyarakat.

Dari pejabat bermobil mewah hingga tukang becak, semua mampir ke gerobak gorengan. Ini yang membuat usaha gorengan disebut sebagai bisnis yang "tak ada matinya".

Namun, jangan terjebak anggapan bahwa bisnis ini recehan. Jika dikelola dengan benar, omzet penjual gorengan pinggir jalan bisa mengalahkan gaji manajer kantoran. Mari kita bedah analisa keuntungannya secara tajam.

Mengapa Bisnis Gorengan Sangat Menguntungkan?

Ada beberapa faktor fundamental yang membuat margin keuntungan gorengan cukup tebal:

  1. Bahan Baku Murah: Tepung terigu, sayuran (kol, wortel), tahu, dan tempe adalah komoditas yang harganya relatif terjangkau dan stabil.

  2. Perputaran Cepat: Gorengan adalah fast moving product. Anda tidak perlu menimbun stok lama-lama. Beli pagi, habis sore.

  3. Pasar Sangat Luas: Tidak perlu edukasi pasar. Semua orang tahu apa itu bakwan, tahu isi, dan pisang goreng.

  4. Fleksibilitas Lokasi: Bisa di gerobak, di ruko, atau bahkan di depan minimarket.

Tantangan Utama: Minyak Goreng

Komponen biaya terbesar dalam usaha ini adalah minyak goreng. Fluktuasi harga minyak sangat memengaruhi HPP (Harga Pokok Penjualan).

Saran kami, jangan gunakan minyak curah kualitas rendah yang cepat hitam. Selain merusak rasa (bikin serik di tenggorokan), ini juga buruk bagi citra usaha Anda jangka panjang.

Gunakan minyak kemasan yang berkualitas baik atau minyak padat (fry shortening) yang lebih tahan panas dan membuat hasil gorengan lebih renyah serta tidak terlalu berminyak.

Simulasi Analisa Keuntungan (Estimasi Harian)

Mari kita buat hitungan kasar untuk gerobak gorengan kelas menengah yang ramai. Anggaplah kita menjual 5 jenis gorengan utama: Bakwan, Tahu Isi, Tempe Mendoan, Pisang Goreng, dan Cireng/Ubi.

Asumsi Penjualan:

  • Target jual: 500 pcs gorengan per hari.

  • Harga jual: Rp 1.500 - Rp 2.000 per pcs (ambil rata-rata Rp 1.500).

Pendapatan Harian: 500 pcs x Rp 1.500 = Rp 750.000

Biaya Operasional Harian (HPP):

  • Minyak Goreng (4-5 liter): Rp 80.000

  • Tepung Terigu & Beras (5-6 kg): Rp 70.000

  • Bahan Isian (Sayur, Tahu, Tempe, Pisang): Rp 150.000

  • Gas LPG (estimasi pemakaian harian): Rp 25.000

  • Bumbu, Plastik, & Rawit: Rp 30.000

  • Sewa Lahan & Listrik (harian): Rp 20.000

  • Total Biaya Harian: Rp 375.000

Laba Bersih Harian: Rp 750.000 - Rp 375.000 = Rp 375.000

Laba Bersih Bulanan (26 hari kerja): Rp 375.000 x 26 = Rp 9.750.000

Lihat angkanya? Hampir 10 juta rupiah per bulan dari satu gerobak. Margin keuntungan kotor bisa mencapai 50%. Ini angka yang fantastis untuk bisnis sektor riil.

Inovasi Agar Tidak Kalah Saing

Pesaing usaha gorengan memang banyak. Anda akan menemukan penjual gorengan setiap 500 meter.

Untuk memenangkan pasar, Anda perlu diferensiasi. Jangan hanya jual gorengan "telanjang".

Beberapa ide inovasi:

  • Gorengan Kekinian: Pisang goreng dengan topping cokelat keju, atau tahu isi spicy (pedas gila).

  • Kemasan Box: Alih-alih kantong kresek hitam, gunakan box kertas food grade. Ini menaikkan nilai jual dan membidik pasar pegawai kantor yang higienis.

  • Bumbu Tabur: Sediakan bumbu tabur aneka rasa (balado, BBQ, keju) secara terpisah.

Skalabilitas Bisnis

Jika satu gerobak sudah stabil dan menghasilkan profit Rp 9 juta, langkah selanjutnya adalah duplikasi.

Anda bisa membuka cabang kedua, ketiga, dan seterusnya. Tentu saja, saat membuka cabang, Anda butuh sistem kontrol stok dan keuangan yang ketat agar tidak bocor.

Di sinilah pentingnya memahami manajemen bisnis modern. Anda bisa mencontoh sistem yang kami terapkan di Buka Outlet untuk mengelola banyak cabang tanpa harus pusing mengawasinya satu per satu setiap hari.

Kesimpulan

Usaha gorengan pinggir jalan adalah contoh nyata bisnis high margin low entry barrier. Siapa saja bisa mulai, tapi hanya yang menjaga kualitas dan berani berinovasi yang akan bertahan lama.

Potensi keuntungannya sangat nyata dan perputaran uang tunainya sangat cepat. Jika Anda mencari ide usaha dengan risiko kerugian stok yang minim, gorengan adalah jawabannya.


Ingin Konsultasi Lebih Lanjut?

Bergabunglah dengan kemitraan BukaOutlet saat ini juga!
Hubungi Kami untuk Bergabung