Loading...

Berita

Berita / Bisnis Franchise Saudi Chicken, Berapa Modalnya?

Bisnis Franchise Saudi Chicken, Berapa Modalnya?

Ditulis Oleh : Admin Penulis
28/01/2026 17:32
Bisnis Franchise Saudi Chicken, Berapa Modalnya?

Industri kuliner olahan ayam di Indonesia tidak pernah mati. Di tengah gempuran berbagai merek ayam goreng tepung global maupun lokal, muncul satu nama yang cukup menarik perhatian investor belakangan ini, yaitu Saudi Chicken. Brand ini menawarkan diferensiasi rasa yang unik dengan sentuhan rempah Timur Tengah yang ternyata sangat cocok dengan lidah masyarakat Indonesia.

Pertanyaan besar yang sering masuk ke meja redaksi kami adalah mengenai aspek finansialnya. Seberapa besar modal yang harus disiapkan? Apakah sebanding dengan potensi keuntungannya? Sebagai pengamat industri franchise, kami akan membedah struktur bisnis ini secara transparan agar Anda tidak salah langkah dalam berinvestasi.

Mengapa Memilih Konsep Ayam "Saudi"?

Sebelum bicara angka, Anda harus paham dulu kekuatan produk ini. Saudi Chicken bukan sekadar ayam goreng tepung biasa. Mereka bermain di segmen niche namun dengan pangsa pasar massal. Bumbu marinasi yang meresap hingga ke tulang dengan aroma khas menjadi nilai jual utama (USP) yang membedakannya dari ayam geprek atau fried chicken ala Amerika.

Kami mengamati bahwa tren kuliner Arab sedang naik daun di Indonesia. Hal ini didorong oleh populasi muslim yang besar dan meningkatnya minat pada wisata religi umrah/haji. Saudi Chicken masuk melalui celah emosional tersebut, menawarkan rasa yang autentik dengan harga yang tetap terjangkau alias "kaki lima".

Estimasi Modal Awal Franchise Saudi Chicken

Berbicara mengenai modal franchise Saudi Chicken, angkanya cukup bervariasi tergantung pada paket kemitraan yang Anda ambil. Berdasarkan data pasar dan komparasi dengan kompetitor sejenis di kelas booth dan mini resto, berikut adalah rincian estimasi investasi yang perlu Anda siapkan.

1. Paket Booth (Gerobak Modern)

Ini adalah opsi paling populer bagi pemula. Paket ini biasanya menargetkan lokasi di depan minimarket atau area perumahan padat.

  • Estimasi Biaya: Rp 15.000.000 – Rp 25.000.000

  • Fasilitas: Gerobak/Booth premium, peralatan masak lengkap (deep fryer gas), seragam karyawan, bahan baku awal, dan media promosi (banner/brosur).

  • Kebutuhan Ruang: Minimal 2x2 meter.

2. Paket Mini Resto

Jika Anda memiliki ruko atau lokasi yang lebih luas, paket ini menawarkan pengalaman makan di tempat yang lebih nyaman bagi pelanggan.

  • Estimasi Biaya: Rp 75.000.000 – Rp 150.000.000

  • Fasilitas: Renovasi interior sederhana, meja kursi pelanggan, peralatan dapur kapasitas besar, sistem kasir (POS), dan pelatihan manajemen intensif.

  • Kebutuhan Ruang: Minimal ruko 1 lantai.

Catatan: Harga di atas adalah estimasi rata-rata industri untuk brand sekelas Saudi Chicken. Harga aktual bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan manajemen pusat dan lokasi Anda.

Rincian Biaya Operasional Bulanan

Banyak investor pemula hanya fokus pada modal awal dan melupakan biaya operasional (OPEX). Padahal, arus kas harianlah yang menentukan napas bisnis Anda. Berikut adalah simulasi biaya operasional untuk tipe Booth:

  1. Sewa Lokasi: Rp 500.000 - Rp 1.000.000 (Teras Minimarket)

  2. Gaji Karyawan: Rp 1.500.000 - Rp 2.500.000 (1 Orang)

  3. Bahan Baku: 40% - 50% dari Omzet

  4. Listrik & Gas: Rp 500.000

  5. Lain-lain (Kebersihan/Keamanan): Rp 200.000

Efisiensi adalah kunci. Dalam banyak kasus yang kami tangani di Buka Outlet, kegagalan mitra seringkali disebabkan oleh pemborosan bahan baku dan ketidakjujuran karyawan, bukan karena produk tidak laku.

Simulasi Keuntungan dan ROI (Return on Investment)

Mari kita hitung potensi keuntungannya secara realistis. Anggaplah Anda mengambil paket Booth dengan asumsi penjualan moderat.

  • Target Penjualan Harian: 30 Ekor Ayam (Potong 9) = 270 potong.

  • Harga Jual Rata-rata: Rp 10.000 per potong (termasuk nasi/paket).

  • Omzet Harian: Rp 2.700.000? Tidak, itu terlalu optimis untuk pemula. Mari kita ambil asumsi moderat penjualan 50 porsi paket nasi ayam per hari.

  • Omzet Harian Realistis: 50 porsi x Rp 15.000 = Rp 750.000

  • Omzet Bulanan: Rp 750.000 x 30 hari = Rp 22.500.000

Pengeluaran Bulanan:

  • HPP (50%): Rp 11.250.000

  • Sewa & Ops: Rp 1.500.000

  • Gaji: Rp 2.000.000

  • Total Pengeluaran: Rp 14.750.000

Laba Bersih: Rp 22.500.000 - Rp 14.750.000 = Rp 7.750.000 per bulan.

Dengan modal awal Rp 25 juta, Anda bisa mencapai Break Even Point (BEP) dalam waktu kurang lebih 3 sampai 4 bulan. Ini adalah angka yang sangat sehat untuk ukuran bisnis riil. Tentu saja, simulasi ini mensyaratkan lokasi yang strategis dan kualitas rasa yang konsisten.

Strategi Agar Cepat Balik Modal

Modal sudah keluar, booth sudah berdiri. Apa langkah selanjutnya? Jangan hanya menunggu pembeli datang. Anda harus agresif.

  1. Daftarkan ke Layanan Pesan Antar: GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood adalah wajib. Di era sekarang, hampir 40% omzet gerai ayam goreng berasal dari pesanan online.

  2. Paket Jumat Berkah: Buat paket khusus untuk donasi setiap hari Jumat. Kerja sama dengan masjid atau panti asuhan sekitar. Ini strategi marketing spiritual yang sangat ampuh mendongkrak volume penjualan.

  3. Promo Opening: Jangan ragu memberikan diskon "Beli 1 Gratis 1" di tiga hari pertama. Tujuannya bukan untung, tapi memaksa orang mencoba rasa produk Anda.

Kesimpulan

Bisnis franchise Saudi Chicken menawarkan peluang yang solid dengan modal yang relatif terjangkau bagi kelas menengah. Kombinasi rasa yang unik dan manajemen yang tidak terlalu rumit menjadikannya pilihan investasi yang cerdas.

Kuncinya ada pada disiplin operasional. Pastikan Anda mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan pusat dan jangan pernah kompromi soal rasa. Bisnis makanan adalah bisnis kepercayaan lidah. Sekali pelanggan kecewa, sulit membuat mereka kembali.


Ingin Konsultasi Lebih Lanjut?

Bergabunglah dengan kemitraan BukaOutlet saat ini juga!
Hubungi Kami untuk Bergabung