Loading...

Berita

Berita / Bisnis Kuliner Digital 2025: Cloud Kitchen Lokal Jadi Tren Baru Franchise

Bisnis Kuliner Digital 2025: Cloud Kitchen Lokal Jadi Tren Baru Franchise

Ditulis Oleh : Admin SEO Haoze
30/08/2025 10:37
Bisnis Kuliner Digital 2025: Cloud Kitchen Lokal Jadi Tren Baru Franchise

Bisnis kuliner selalu menjadi magnet investasi di Indonesia. Namun, tantangan besar seperti tingginya biaya sewa ruko, renovasi interior, hingga gaji karyawan membuat banyak calon pengusaha kuliner ragu untuk memulai. Inilah yang melahirkan tren baru: cloud kitchen, sebuah konsep dapur digital yang hanya fokus pada penjualan online tanpa perlu ruang dine-in.

Di tahun 2025, bisnis franchise cloud kitchen lokal semakin populer karena terbukti lebih efisien, scalable, dan sesuai gaya hidup masyarakat yang semakin mengandalkan layanan pesan-antar. Bagi Bayu dan investor lain, ini bisa jadi pintu masuk terbaik ke dunia F&B dengan modal lebih terjangkau.


Apa Itu Cloud Kitchen?

Cloud kitchen, atau sering disebut dapur bersama, adalah model bisnis kuliner yang menyediakan ruang dapur khusus untuk produksi makanan. Bedanya dengan restoran biasa:

  • Tidak ada ruang makan (dine-in), semua pesanan lewat aplikasi delivery (GoFood, GrabFood, ShopeeFood).

  • Satu dapur bisa menampung beberapa brand sekaligus.

  • Fokus pada efisiensi biaya & kecepatan ekspansi.

Dengan sistem ini, pengusaha tidak perlu pusing memikirkan interior resto, waiters, atau area parkir. Semua energi diarahkan ke produksi makanan berkualitas dan pemasaran digital.


Keunggulan Cloud Kitchen Dibanding Restoran Konvensional

Mengapa cloud kitchen dianggap lebih menarik untuk pemula?

  1. Modal lebih hemat – tidak perlu sewa ruko besar atau dekorasi mahal.

  2. Operasional lebih ringan – hanya fokus dapur, tanpa layanan dine-in.

  3. Cepat ekspansi – satu dapur bisa jalankan banyak brand sekaligus.

  4. Melek digital – langsung terhubung ke ekosistem delivery apps.

  5. Uji pasar lebih mudah – bisa tes menu baru dengan risiko rendah.

Model ini terbukti menjadi solusi bagi banyak UMKM kuliner yang ingin cepat go digital tanpa terbebani biaya besar.


Kisaran Modal Bisnis Franchise Cloud Kitchen Lokal

Investasi cloud kitchen lebih fleksibel dibanding resto fisik. Kisaran modal franchise biasanya:

  • Rp 80–150 juta → sewa slot di dapur bersama (cocok untuk 1–2 brand).

  • Rp 200–400 juta → mini cloud kitchen mandiri (3–5 brand F&B).

  • Rp 500 juta – 1 M → dapur skala besar yang bisa menampung banyak brand sekaligus.

Bagi pemula, paket Rp 80–150 juta sudah cukup untuk memulai bisnis kuliner digital dengan risiko yang relatif rendah.


Potensi Omzet & ROI

Salah satu alasan cloud kitchen booming adalah ROI yang lebih cepat dibanding restoran konvensional.

  • Omzet rata-rata per brand: Rp 30–60 juta/bulan.

  • Jika jalankan 3 brand → omzet Rp 90–180 juta/bulan.

  • ROI umumnya tercapai dalam 12–24 bulan, lebih singkat dari resto dine-in (bisa 3–5 tahun).

Tentu, faktor lokasi dapur sangat memengaruhi, terutama akses kurir dan kepadatan pemesan di area tersebut.


Dukungan dari Franchisor

Bergabung dalam bisnis franchise cloud kitchen berarti tidak berjalan sendirian. Biasanya franchisor menyediakan:

  • Infrastruktur dapur lengkap: kompor, exhaust, freezer, sink, peralatan masak.

  • Integrasi aplikasi delivery: GoFood, GrabFood, ShopeeFood.

  • Branding & digital marketing support: foto produk, iklan online, promo bundling.

  • SOP & training operasional: mulai dari standar higienitas hingga manajemen dapur.

  • Monitoring digital: dashboard real-time untuk pantau penjualan & stok.

Dengan dukungan ini, pemula seperti Bayu bisa langsung fokus pada pemasaran produk tanpa harus repot menyiapkan semua dari nol.


Contoh Cloud Kitchen Lokal di Indonesia

Beberapa operator cloud kitchen lokal & internasional yang sudah berkembang di Indonesia antara lain:

  • Dapur Bersama GoFood (GoKitchen) – pionir cloud kitchen di Indonesia dengan ratusan lokasi.

  • GrabKitchen – konsep multiple brand dalam satu dapur, sudah ada di banyak kota besar.

  • Yummykitchen (Yummy Corp) – operator lokal yang menampung brand UMKM hingga F&B nasional.

  • Hangry! Kitchen – brand lokal yang mengelola multi-brand sekaligus (Ayam Koplo, San Gyu, Kopi Dari|Pada).

Selain itu, beberapa marketplace franchise juga sudah menawarkan paket cloud kitchen UMKM dengan modal hemat untuk pemula.


Tips Memilih Bisnis Franchise Cloud Kitchen

Sebelum memutuskan investasi, perhatikan hal berikut:

  1. Lokasi dapur strategis – harus dekat dengan area padat pesanan (kampus, perkantoran, apartemen).

  2. Brand F&B yang diminati – pilih brand dengan demand tinggi di aplikasi delivery.

  3. Dukungan digital marketing – cek apakah franchisor aktif mengiklankan produknya.

  4. Sistem supply chain – pastikan distribusi bahan baku lancar & konsisten.

  5. Skalabilitas – pilih operator yang memungkinkan ekspansi ke brand lain di kemudian hari.


Kesimpulan

Franchise cloud kitchen lokal adalah model kuliner digital yang efisien dan sesuai tren 2025. Dengan modal mulai Rp 80 juta, investor bisa langsung menjalankan 1–2 brand tanpa repot buka restoran fisik.

Keunggulannya jelas: biaya hemat, omzet menarik, ROI relatif cepat, serta dukungan franchisor yang kuat di bidang digital marketing & operasional. Brand lokal seperti Yummykitchen, Hangry!, dan dapur bersama GoFood/GrabKitchen menjadi pilihan favorit.

Untuk Bayu dan calon pengusaha kuliner lainnya, cloud kitchen adalah jalan masuk paling realistis ke industri F&B modern. Langkah selanjutnya? Riset lokasi strategis dan cek paket bisnis franchise cloud kitchen lokal di marketplace resmi.


Ingin Konsultasi Lebih Lanjut?

Bergabunglah dengan kemitraan BukaOutlet saat ini juga!
Hubungi Kami untuk Bergabung