Bisnis Franchise Edukasi 2025: Franchise Coding Kids, ROI Bisa Ngebut!

Dunia digital berkembang pesat. Hampir semua aspek kehidupan kini bersentuhan dengan teknologi, dari komunikasi, transportasi, hingga bisnis franchise. Tak heran jika coding dan teknologi anak menjadi salah satu bidang pendidikan yang paling banyak dicari orang tua modern. Mereka ingin anak-anaknya tidak hanya cerdas akademis, tapi juga siap menghadapi era digital dan otomasi.
Di tengah tren ini, muncul peluang menarik: franchise coding dan teknologi anak. Model bisnis franchise ini bukan sekadar usaha pendidikan, tapi investasi jangka panjang di sektor yang sangat relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kenapa Coding Kids Jadi Franchise Masa Depan
Ada beberapa alasan mengapa coding kids kini dipandang sebagai “bimbel masa depan”:
-
Skill abad 21 – Coding, robotics, dan AI mulai masuk kurikulum sekolah internasional bahkan nasional.
-
Permintaan tinggi – Orang tua sadar bahwa kemampuan digital adalah bekal karier masa depan.
-
Pasar tumbuh pesat – Industri edtech di Indonesia terus berkembang, apalagi setelah tren hybrid learning pasca pandemi.
-
Kompetisi rendah – Berbeda dengan bimbel matematika atau bahasa Inggris yang sudah jenuh, coding kids masih tergolong baru dan punya potensi ekspansi luas.
Dengan kombinasi ini, franchise coding kids tidak hanya menjanjikan keuntungan finansial, tapi juga nilai sosial karena berkontribusi pada literasi digital generasi muda.
Detail Paket Franchise Coding Kids
Franchise coding anak biasanya membutuhkan modal Rp 250–500 juta, setara dengan bimbel premium seperti Primagama atau LBB internasional.
Beberapa brand yang sudah populer di Indonesia antara lain:
-
KodeKiddo
-
Fokus: coding untuk anak usia 5–18 tahun.
-
Modul: Scratch, Python, Robotics, Game Development.
-
Investasi: Rp 250–400 juta.
-
-
Koding Next
-
Asal: Polandia, sudah ekspansi ke Asia Tenggara.
-
Fokus: coding, robotics, dan AI untuk anak.
-
Franchise fee: Rp 350–500 juta.
-
-
BrightCHAMPS & Code Juniors
-
Brand internasional yang mulai masuk Indonesia.
-
Modul: coding + entrepreneurship for kids.
-
Kisaran investasi mirip bimbel premium (Rp 300–500 juta).
-
Dengan modal ini, franchisee sudah mendapatkan kurikulum, platform digital, sistem manajemen kelas, hingga branding resmi.
Potensi Omzet & ROI
Bagaimana prospek bisnis franchisenya? Mari kita simulasikan.
-
Biaya kursus rata-rata: Rp 700 ribu – Rp 1,5 juta per murid per bulan.
-
Jumlah murid aktif: 100 anak (skala menengah).
-
Omzet bulanan: Rp 70–150 juta.
-
Biaya operasional: gaji pengajar, sewa ruang, listrik, internet, peralatan.
-
Laba bersih: bisa 30–40% dari omzet.
Dengan perhitungan ini, ROI biasanya tercapai dalam 18–24 bulan. Lebih cepat dibanding sektor pendidikan formal lain yang butuh waktu 3–4 tahun untuk balik modal.
Dukungan yang Diberikan Franchisor
Salah satu alasan franchise coding menarik adalah dukungan komprehensif yang diberikan pusat. Umumnya meliputi:
-
Kurikulum internasional – modul coding, robotics, AI, hingga game development.
-
Sistem pembelajaran hybrid – kombinasi kelas offline dan online untuk fleksibilitas siswa.
-
Pelatihan instruktur – agar pengajar bisa mengikuti standar internasional.
-
Marketing kit & branding – termasuk website, media sosial, materi promosi.
-
Platform digital eksklusif – LMS (Learning Management System) untuk memantau progress siswa.
Dengan dukungan ini, franchisee tidak perlu khawatir soal konten ajar, hanya perlu fokus pada operasional & marketing lokal.
Bandingkan dengan Franchise Bimbel Konvensional
Mengapa memilih coding kids dibanding bimbel matematika atau bahasa Inggris?
-
Future-proof – Coding dan teknologi akan semakin relevan di masa depan, sedangkan bimbel konvensional sering tergantung tren ujian nasional atau kurikulum sekolah.
-
Pasar baru – Kompetisi lebih longgar, peluang jadi pionir di daerah lebih besar.
-
Loyalitas murid tinggi – Modul berjenjang membuat anak bisa bertahan 2–5 tahun belajar di tempat yang sama.
-
Citra modern – Brand coding memberi kesan eksklusif dan visioner, sehingga orang tua lebih percaya.
Tips Memilih Franchise Coding Kids
Sebelum berinvestasi, perhatikan hal-hal berikut:
-
Cek legalitas & rekam jejak brand – pastikan franchisor punya izin resmi dan reputasi baik.
-
Lihat kurikulum – pilih brand dengan modul internasional yang update (Scratch, Python, AI, Robotics).
-
Perhatikan dukungan teknologi – pastikan ada platform digital & sistem pembelajaran hybrid.
-
Lokasi strategis – dekat sekolah internasional, perumahan middle-up, atau kawasan urban dengan orang tua melek digital.
-
Hitung ulang ROI – sesuaikan modal dengan potensi murid di daerah target.
Kesimpulan
Franchise coding & teknologi anak adalah peluang bisnis franchise yang bukan hanya menguntungkan, tapi juga berdampak positif bagi masa depan generasi muda. Dengan modal Rp 250–500 juta, investor bisa membuka pusat edukasi modern dengan kurikulum internasional.
Potensi omzet Rp 70–150 juta/bulan dan ROI 18–24 bulan menjadikan bisnis franchise ini kompetitif dengan sektor bimbel premium. Ditambah, tingkat loyalitas murid tinggi dan kompetisi masih relatif longgar.
Untuk Maya dan para calon investor lain, franchise coding kids adalah pilihan tepat jika ingin investasi jangka panjang di sektor pendidikan masa depan.