Loading...

Berita

Berita / Mau Cuan Dari Tren K-Pop & Anime? Intip Bisnis Franchise Kursus Bahasa Korea/Jepang!

Mau Cuan Dari Tren K-Pop & Anime? Intip Bisnis Franchise Kursus Bahasa Korea/Jepang!

Ditulis Oleh : Admin SEO Haoze
29/08/2025 09:10
Mau Cuan Dari Tren K-Pop & Anime? Intip Bisnis Franchise Kursus Bahasa Korea/Jepang!

Belajar bahasa asing bukan lagi sekadar hobi. Di era globalisasi, kemampuan bahasa menjadi modal penting untuk karier, studi, maupun peluang bisnis franchise. Jika dulu kursus bahasa Inggris mendominasi, kini tren mulai bergeser: bahasa Korea dan Jepang semakin diminati.

Didorong oleh budaya pop seperti K-Pop, K-Drama, anime, manga, hingga peluang kerja dan beasiswa ke luar negeri, kursus bahasa Korea & Jepang kini menjelma menjadi bisnis franchise edukasi potensial. Bahkan, sudah ada model franchise kursus bahasa yang siap dijalankan investor muda seperti Rizky.


Kenapa Bahasa Korea & Jepang Populer

Ada tiga faktor utama yang membuat kursus bahasa Korea dan Jepang booming di Indonesia:

  1. Hallyu Wave (Korean Wave)
    Popularitas BTS, BLACKPINK, hingga K-Drama di Netflix membuat generasi muda ingin belajar bahasa Korea agar lebih dekat dengan idola mereka. Ditambah, banyak mahasiswa Indonesia mengejar beasiswa ke Korea Selatan.

  2. Budaya Pop Jepang
    Anime, manga, J-Drama, dan budaya Jepang sudah lama populer. Bahasa Jepang tetap konsisten diminati, apalagi dengan peluang magang kerja & kuliah di Jepang yang makin terbuka.

  3. Peluang Karier Global
    Ribuan perusahaan Jepang dan Korea beroperasi di Indonesia. Perusahaan ini sangat membutuhkan SDM fasih bahasa mereka. Ini menjadi alasan rasional di balik meningkatnya demand kursus Korea & Jepang.


Peluang Franchise Kursus Bahasa Korea/Jepang

Model franchise kursus bahasa asing kini makin beragam. Jika dulu hanya fokus bahasa Inggris, sekarang banyak lembaga membuka kelas bahasa Korea & Jepang, bahkan ada yang khusus.

  • Lembaga kursus umum seperti LIA, ILP, Linguaphone sudah menambahkan kelas bahasa Korea/Jepang.

  • Lembaga spesifik:

    • Korean Language Center (KLC)

    • Yureka Education Center

    • Nihongo Gakkou & Kizuna Japanese Center

Paket franchise kursus bahasa Korea/Jepang umumnya berada di kisaran yang sama dengan franchise bimbel:

  • Rp 50–150 juta → untuk kelas skala kecil (kursus privat atau mini center).

  • Rp 200–400 juta → untuk pusat kursus besar dengan branding dan sistem manajemen lengkap.

Dengan model franchise, investor tidak perlu repot membuat kurikulum atau mencari guru dari nol, karena semua sudah disiapkan franchisor.


Estimasi Omzet & ROI

Lalu, bagaimana potensi penghasilan bisnis franchise ini?

  • Biaya kursus rata-rata: Rp 500 ribu – Rp 1,5 juta per murid per level.

  • Jumlah murid aktif: 100 siswa (kelas reguler + privat).

  • Omzet bulanan: Rp 50–100 juta.

  • Biaya operasional: gaji guru, sewa, listrik, internet, promosi.

  • Laba bersih: bisa 30–40% omzet.

  • ROI: balik modal dalam 18–24 bulan.

Dengan tren demand yang meningkat, peluang mempertahankan jumlah murid bahkan menambah cabang sangat terbuka.


Dukungan Franchisor

Apa saja yang biasanya didapat dari paket franchise kursus bahasa Korea & Jepang?

  • Kurikulum lengkap → level beginner hingga advance, plus persiapan ujian internasional (TOPIK untuk Korea, JLPT untuk Jepang).

  • Guru bersertifikat → franchisor membantu rekrutmen dan training tenaga pengajar.

  • Materi belajar digital & cetak → buku, modul, aplikasi.

  • Pelatihan operasional → sistem manajemen kursus, penjadwalan kelas, dan administrasi.

  • Marketing kit & branding → brosur, website, kampanye digital.

  • Sistem pendaftaran online → untuk memudahkan orang tua mendaftarkan anak.

Dengan support lengkap ini, franchisee seperti Rizky bisa fokus pada manajemen lokal & promosi area tanpa harus pusing membangun sistem dari nol.


Kelebihan Dibanding Kursus Bahasa Lain

Kenapa lebih memilih kursus bahasa Korea/Jepang dibanding bahasa Inggris yang sudah populer?

  1. Pasar masih berkembang – kompetisi belum sepadat kursus bahasa Inggris.

  2. Tren budaya pop – minat belajar didorong oleh hobi (K-Pop, anime), membuat loyalitas murid lebih tinggi.

  3. Prospek kerja nyata – kebutuhan tenaga kerja fasih bahasa Jepang & Korea terus meningkat di Indonesia.

  4. Diferensiasi kuat – kursus ini dianggap lebih unik & modern, cocok untuk target pasar anak muda dan mahasiswa.


Tips Memilih Franchise Kursus Bahasa Asing

Bagi calon investor, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan:

  1. Cek legalitas lembaga – pastikan punya izin operasional resmi.

  2. Kurikulum internasional – harus ada standar TOPIK & JLPT agar dipercaya pasar.

  3. Dukungan guru – franchisor sebaiknya memberi training atau suplai tenaga pengajar.

  4. Lokasi strategis – dekat kampus, sekolah, atau kawasan urban dengan banyak peminat K-Pop/anime.

  5. Hitung ulang ROI – sesuaikan modal dengan potensi jumlah murid di daerah target.


Kesimpulan

Franchise kursus bahasa Korea & Jepang adalah bisnis franchise edukasi dengan tren naik daun. Dengan modal Rp 50–400 juta, investor bisa membuka kursus modern yang fokus pada kebutuhan masa depan sekaligus tren budaya pop.

Potensi omzet bisa mencapai Rp 50–100 juta/bulan, dengan ROI dalam 18–24 bulan. Dukungan franchisor mulai dari kurikulum TOPIK/JLPT, training guru, materi digital, hingga marketing membuat bisnis franchise ini mudah dijalankan, bahkan untuk pemula.

Untuk Rizky dan generasi muda lain, franchise kursus bahasa Korea & Jepang adalah cara cerdas menggabungkan hobi dengan peluang cuan.


Ingin Konsultasi Lebih Lanjut?

Bergabunglah dengan kemitraan BukaOutlet saat ini juga!
Hubungi Kami untuk Bergabung