Bisnis Franchise Les Musik Modern: Modal 100 Juta, Bisa Cetak Musisi Muda!

Les musik dulu identik dengan piano klasik, biola, atau kursus vokal formal. Tapi kini, tren mulai bergeser. Generasi muda, terutama Gen Z dan Alpha, lebih tertarik pada musik modern: belajar gitar elektrik, nge-band, jadi DJ, hingga memproduksi musik digital lewat software seperti FL Studio, Ableton, atau Logic Pro.
Bagi investor seperti Kevin yang ingin menggabungkan passion dengan peluang bisnis, franchise kursus musik modern menawarkan prospek menjanjikan. Bukan hanya sekadar tempat belajar musik, tapi juga ruang kreatif yang bisa melahirkan musisi muda dengan selera zaman sekarang.
Kenapa Les Musik Modern Jadi Tren
Ada beberapa alasan kuat kenapa kursus musik modern kini makin dilirik:
-
Musik digital makin dominan – produksi lagu kini banyak dilakukan lewat komputer dan DAW, bukan lagi studio rekaman besar.
-
DJ culture & festival musik – tren musik EDM, DJ, dan clubbing membuat banyak anak muda ingin belajar mixing.
-
Band indie & kreator musik – tumbuhnya band indie serta content creator di YouTube/TikTok mendorong minat belajar gitar, drum, hingga recording.
-
Industri kreatif berkembang – musik jadi salah satu subsektor kreatif dengan kontribusi besar di Indonesia, sehingga demand SDM musik modern meningkat.
Dengan tren ini, bisnis franchise musik modern bukan hanya bisnis edukasi, tapi juga bagian dari ekosistem industri kreatif yang sedang naik daun.
Kisaran Modal & Paket Franchise
Membuka bisnis franchise les musik modern relatif mirip dengan kursus bahasa atau bimbel kreatif, hanya butuh tambahan alat musik & studio.
-
Studio kecil (Rp 80–150 juta)
Fokus gitar, vokal, dan DJ dasar. Cocok untuk entry-level. -
Studio menengah (Rp 200–400 juta)
Punya fasilitas lengkap: kelas band, lab produksi musik digital, sound system standar. -
Studio premium (>Rp 500 juta)
Konsep pusat musik modern: kelas gitar, band, DJ, produksi musik digital, hingga mini recording studio. Cocok untuk investor dengan target ekspansi nasional.
Paket biasanya sudah termasuk: renovasi ruangan, instrumen musik, perangkat digital, kurikulum, branding, serta pelatihan instruktur.
Program yang Ditawarkan dalam Franchise Musik Modern
Keunggulan bisnis franchise musik modern ada pada diversifikasi program. Beberapa contoh yang populer antara lain:
-
Les Gitar & Band → gitar elektrik, bass, drum, vokal, hingga ensemble band.
-
DJ Class → belajar mixing, turntable, dan software DJ profesional.
-
Produksi Musik Digital → beatmaking, recording, sound engineering dengan software DAW.
-
Performance & Recording → kelas persiapan tampil live, mini konser, hingga rekaman di studio kecil.
Program ini membuat franchise musik modern lebih relevan bagi anak muda dibanding kursus musik klasik yang pasarnya cenderung terbatas.
Potensi Pasar, Omzet & ROI
Bagaimana prospek keuangan bisnis ini?
-
Biaya kursus rata-rata: Rp 500 ribu – Rp 1,5 juta per murid per bulan.
-
Jumlah murid aktif: 100 siswa (kombinasi gitar, DJ, produksi musik).
-
Omzet bulanan: Rp 50–100 juta.
-
Biaya operasional: gaji instruktur, sewa studio, listrik, perawatan instrumen.
-
Laba bersih: bisa 30–40% omzet.
-
ROI: tercapai dalam 18–24 bulan.
Dengan konsep studio modern di lokasi strategis (kampus, komunitas kreatif, area urban), potensi pengembangan cabang bahkan lebih besar.
Dukungan dari Franchisor
Sebagian besar franchisor musik modern menyediakan dukungan menyeluruh:
-
Kurikulum musik modern: dari dasar hingga mahir, sesuai standar internasional.
-
Pelatihan instruktur: training dan sertifikasi untuk pengajar.
-
Modul digital & hybrid: kombinasi pembelajaran offline + materi online.
-
Branding & marketing nasional: promosi online, media sosial, event musik.
-
Sistem manajemen: pendaftaran digital, jadwal kelas, hingga laporan perkembangan murid.
Dengan support ini, bisnis franchisee bisa fokus pada operasional & pengembangan murid tanpa pusing memikirkan sistem dari nol.
Contoh Franchise Musik Modern
Di Indonesia maupun internasional, sudah ada beberapa brand yang bisa jadi referensi:
-
Purwacaraka Music Studio (PCMS) – lama dikenal di musik konvensional, tapi kini mulai adaptasi ke program modern (gitar elektrik, band, recording).
-
School of Rock (franchise global) – fokus pada band performance, sudah tersebar di berbagai negara.
-
Beat Lab Academy (internasional) – khusus DJ & produksi musik digital.
-
Startup musik lokal – beberapa edtech musik di Indonesia mulai menawarkan kursus hybrid (offline + aplikasi).
Investor bisa memilih brand besar dengan reputasi global, atau bisnis franchise lokal yang lebih terjangkau dan fleksibel.
Tips Memilih Franchise Les Musik Modern
Agar investasi lebih aman, berikut hal yang perlu diperhatikan:
-
Cek kurikulum – pastikan update, mencakup gitar, DJ, dan produksi digital.
-
Lihat fasilitas studio – instrumen, sound system, hingga software harus modern.
-
Pertimbangkan lokasi – dekat kampus, sekolah musik, atau area komunitas kreatif.
-
Perhatikan dukungan franchisor – apakah ada training, marketing, dan sistem digital.
-
Hitung potensi ROI – sesuaikan paket franchise dengan target murid di daerah.
Kesimpulan
Franchise les musik modern adalah investasi kreatif dengan prospek cerah. Didukung tren musik digital, DJ culture, dan band indie, bisnis ini menjanjikan omzet Rp 50–100 juta/bulan dengan ROI 18–24 bulan.
Dengan modal mulai Rp 80 juta – Rp 500 juta, investor bisa membuka studio musik yang menggabungkan edukasi, kreativitas, dan hiburan.
Bagi Kevin dan generasi muda kreatif lainnya, franchise musik modern bukan hanya bisnis, tapi juga cara membangun ekosistem musisi masa depan.