Loading...

Berita

Berita / Mainan Edukatif: Bisnis Franchise Anti Tren Sesaat Dengan Omzet Stabil

Mainan Edukatif: Bisnis Franchise Anti Tren Sesaat Dengan Omzet Stabil

Ditulis Oleh : Admin SEO Haoze
29/08/2025 09:27
Mainan Edukatif: Bisnis Franchise Anti Tren Sesaat Dengan Omzet Stabil

Di tengah perkembangan dunia parenting modern, tren mainan anak pun ikut bergeser. Jika dulu orang tua hanya membeli mainan sebagai hiburan, kini semakin banyak yang memilih mainan edukatif—permainan yang tidak hanya menghibur, tapi juga membantu perkembangan kognitif, motorik, hingga kreativitas anak.

Dengan jumlah anak usia dini dan sekolah dasar di Indonesia yang mencapai lebih dari 80 juta jiwa, permintaan terhadap mainan edukatif terus meningkat. Inilah yang membuat bisnis franchise toko mainan edukatif menjadi peluang bisnis menjanjikan, terutama di tahun 2025.


Kenapa Bisnis Mainan Edukatif Menarik?

Ada tiga alasan utama kenapa bisnis mainan edukatif semakin diminati:

  1. Perubahan pola pikir orang tua modern
    Orang tua kini lebih sadar pentingnya pendidikan sejak dini. Mereka rela berinvestasi pada mainan Montessori, puzzle, hingga STEM toys karena terbukti menunjang tumbuh kembang anak.

  2. Tren global mendukung
    Konsep Montessori, STEM (Science, Technology, Engineering, Math), hingga permainan kreatif berbasis sensorik sedang naik daun. Indonesia ikut merasakan tren ini, terutama di kalangan keluarga urban.

  3. Pasar besar & stabil
    Mainan edukatif bukan sekadar tren sesaat seperti slime atau fidget spinner. Produk ini akan selalu dicari selama masih ada anak-anak yang membutuhkan sarana belajar bermain.


Paket Franchise Toko Mainan Edukatif

Modal investasi untuk toko mainan edukatif cukup beragam, tergantung skala usaha:

  • Rp 80–150 juta → skala kecil seperti kios di mall atau booth pameran.

  • Rp 200–400 juta → toko menengah dengan variasi produk lengkap (Montessori, puzzle, STEM).

  • >Rp 500 juta → flagship store dengan branding kuat, ruang display besar, serta integrasi dengan e-commerce.

Paket Bisnis franchise biasanya mencakup: desain toko, stok awal produk, sistem kasir digital, pelatihan manajemen, serta dukungan promosi dari franchisor.


Produk & Segmentasi Pasar

Apa saja yang dijual di toko mainan edukatif?

  • Mainan Montessori: balok kayu, sensory toys, permainan motorik.

  • STEM Toys: robotik sederhana, coding toys, science kit eksperimen.

  • Puzzle & Board Games: Lego, Rubik, monopoly edukatif.

  • Alat Musik Mini: drum kecil, piano anak, gitar mini.

  • Permainan Edukatif Digital: buku interaktif, aplikasi edukasi dengan perangkat tambahan.

Segmentasi pasarnya luas: anak usia PAUD, TK, hingga SD. Ditambah lagi, pasar kado edukatif juga semakin populer di kalangan orang tua.


Potensi Omzet & ROI

Bagaimana peluang cuannya?

  • Omzet toko skala kecil: Rp 30–50 juta/bulan.

  • Omzet toko skala menengah: Rp 50–100 juta/bulan.

  • Margin: 30–50% dari harga jual.

  • ROI: umumnya tercapai dalam 18–24 bulan, asalkan lokasi strategis dan manajemen stok baik.

Dengan strategi promosi digital (Instagram, TikTok, marketplace), omzet bisa lebih tinggi karena tren belanja mainan edukatif kini banyak dilakukan online.


Dukungan dari Franchisor

Bisnis Franchisee toko mainan edukatif biasanya mendapatkan:

  • Supply produk eksklusif (lokal maupun impor).

  • Desain interior toko & branding nasional.

  • Sistem kasir & katalog digital.

  • Pelatihan manajemen & operasional.

  • Marketing kit & dukungan promosi (offline & online).

  • Integrasi e-commerce agar toko fisik bisa sekaligus berjualan online.

Dengan dukungan tersebut, investor bisa fokus ke pengelolaan toko dan pemasaran lokal, tanpa pusing mencari produk atau membuat sistem sendiri.


Contoh Franchise Toko Mainan Edukatif

Beberapa brand yang sudah dikenal antara lain:

  • Eduplay Store – fokus pada mainan Montessori & STEM toys.

  • Kidz Station – retail premium mainan branded, meski bukan sepenuhnya edukatif, punya segmen besar.

  • Eurekakids – franchise internasional yang hadir di Asia dengan fokus mainan edukatif.

  • Franchise UMKM lokal – tersedia di marketplace bisnis franchise, menawarkan paket toko mainan edukatif dengan modal lebih terjangkau.


Tips Memilih Franchise Toko Mainan Edukatif

Sebelum bergabung, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan:

  1. Cek legalitas produk – pastikan mainan memiliki SNI atau sertifikasi internasional agar aman untuk anak.

  2. Periksa keberlanjutan supply – franchisor harus bisa menjamin stok produk selalu tersedia.

  3. Pilih lokasi strategis – mall, dekat sekolah, atau kawasan keluarga muda.

  4. Analisis tren pasar lokal – apakah di daerah ada komunitas orang tua yang aktif dalam parenting edukatif.

  5. Bandingkan paket franchise – lihat dukungan apa yang diberikan, bukan hanya modal awal.


Kesimpulan

Bisnis mainan edukatif adalah peluang investasi yang stabil dan jangka panjang. Dengan modal mulai Rp 80 juta – Rp 500 juta, franchisee bisa membuka toko yang menjual produk bermanfaat bagi perkembangan anak sekaligus menguntungkan secara finansial.

Potensi omzet Rp 30–100 juta/bulan dengan ROI 18–24 bulan menjadikan bisnis ini pilihan menarik, terutama di tahun 2025 ketika tren parenting edukatif semakin kuat.

Untuk Sinta dan calon investor lain, bisnis franchise toko mainan edukatif bukan hanya soal cuan, tapi juga kontribusi nyata dalam membangun generasi anak Indonesia yang lebih kreatif dan cerdas.


Ingin Konsultasi Lebih Lanjut?

Bergabunglah dengan kemitraan BukaOutlet saat ini juga!
Hubungi Kami untuk Bergabung