Mau Cuan Dari Tren Makanan Beku? Intip Peluang Franchise Frozen Food 2025

Sejak pandemi, gaya hidup masyarakat Indonesia berubah. Banyak orang kini lebih memilih makanan praktis, tahan lama, dan mudah disajikan. Frozen food alias makanan beku pun naik daun—baik untuk kebutuhan keluarga, anak kos, hingga bisnis katering.
Tidak hanya dijual di supermarket besar, kini semakin banyak frozen food center skala UMKM yang hadir dekat perumahan. Menariknya, peluang ini bisa dijalankan lewat sistem franchise, sehingga ibu rumah tangga seperti Rina bisa membuka toko makanan beku tanpa harus repot memulai dari nol.
Kenapa Bisnis Franchise Frozen Food Menarik?
Ada beberapa alasan mengapa bisnis frozen food center sangat potensial di 2025:
-
Pasar besar & beragam: target konsumennya bukan hanya keluarga, tapi juga mahasiswa, pekerja kantoran, hingga reseller kecil.
-
Repeat order tinggi: frozen food cepat habis karena dikonsumsi sehari-hari, terutama sosis, nugget, dan bakso.
-
Produk tahan lama: berbeda dengan makanan segar, produk beku bisa bertahan berbulan-bulan sehingga risiko basi lebih kecil.
-
Tren masih naik: sejak pandemi, penjualan frozen food terus stabil bahkan meningkat. Banyak keluarga kini menyetok freezer penuh di rumah.
Dengan karakteristik ini, bisnis frozen food cocok jadi usaha sampingan yang stabil, apalagi untuk ibu rumah tangga yang ingin income tambahan.
Paket & Modal Franchise Frozen Food Center
Besarnya modal investasi tergantung skala usaha. Berikut kisaran paket yang umum ditawarkan:
-
Rp 20–40 juta → booth kecil atau kios portable. Fokus pada produk populer seperti sosis, nugget, dan bakso beku.
-
Rp 50–100 juta → toko mini frozen food dengan freezer besar, display rak, dan lebih banyak varian.
-
Rp 150–300 juta → frozen food center skala besar dengan ratusan produk, sistem kasir digital, dan branding nasional.
Dengan modal Rp 50–100 juta, Rina sudah bisa membuka toko frozen food rumahan yang lengkap dan menjangkau banyak segmen.
Produk Populer di Toko Frozen Food
Salah satu daya tarik bisnis ini adalah variasi produk yang luas dan selalu dicari orang. Beberapa kategori produk yang biasanya tersedia antara lain:
-
Olahan daging beku: sosis, nugget, bakso, ayam tepung, ikan fillet.
-
Sayuran beku: brokoli, wortel mix, jagung manis, kentang goreng.
-
Olahan seafood: cumi, udang, ikan beku siap masak.
-
Makanan instan beku: dim sum, kebab, ayam goreng siap goreng.
-
Dessert & minuman: es krim, yogurt frozen, susu nabati.
Kombinasi menu ini membuat konsumen betah belanja berulang kali, bahkan sering membeli dalam jumlah banyak untuk stok rumah.
Potensi Omzet & ROI
Seberapa menguntungkan bisnis ini? Simak simulasi sederhana:
-
Toko kecil (Rp 20–40 juta) → omzet Rp 30–40 juta/bulan.
-
Toko menengah (Rp 50–100 juta) → omzet Rp 50–80 juta/bulan.
-
Frozen food center besar (Rp 150–300 juta) → omzet bisa ratusan juta per bulan.
Dengan margin retail rata-rata 20–35%, laba bersih bisa mencapai Rp 10–20 juta/bulan untuk toko menengah. ROI umumnya tercapai dalam 12–24 bulan, lebih cepat bila lokasi strategis.
Dukungan dari Franchisor
Bergabung bisnis franchise frozen food center berarti Rina tidak perlu pusing mencari produk dan sistem. Umumnya franchisor menyediakan:
-
Supply produk frozen food langsung dari brand lokal & nasional (Sosis So Nice, Fiesta, Bernardi, dll.).
-
Freezer & etalase display agar toko terlihat profesional.
-
Sistem kasir digital untuk memudahkan pencatatan penjualan.
-
Training manajemen & SOP operasional sehingga pemula bisa langsung jalan.
-
Branding & marketing kit, termasuk banner, brosur, dan strategi promosi online.
Bahkan ada franchisor yang memberikan support e-commerce & integrasi GoFood/GrabMart/ShopeeFood, sehingga produk bisa dijual offline dan online sekaligus.
Contoh Brand Franchise Frozen Food Lokal
Beberapa brand yang sudah dikenal di pasar Indonesia antara lain:
-
IndoFrozen / Frozen Food Center – banyak ditawarkan lewat marketplace bisnis franchise, fokus pada toko menengah.
-
Foodpedia Frozen – konsep toko all-in-one dengan varian lengkap.
-
Kemitraan UMKM lokal – distributor frozen food di daerah yang menawarkan paket toko mini mulai Rp 20 juta.
Selain itu, beberapa franchise besar F&B juga menyediakan divisi frozen food untuk retail rumah tangga.
Tips Sukses Membuka Frozen Food Center
Agar bisnis frozen food cepat berkembang, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan:
-
Pilih lokasi strategis – perumahan padat, dekat sekolah, atau area kos-kosan.
-
Pastikan supply produk stabil – jangan sampai stok kosong, karena konsumen bisa langsung pindah ke pesaing.
-
Gunakan promosi online – manfaatkan marketplace, Instagram, WhatsApp, hingga GoFood/GrabMart.
-
Fokus pada pelayanan – kemasan rapi, freezer bersih, dan pelayanan ramah membuat pelanggan betah.
-
Tambahkan layanan reseller – buka peluang untuk tetangga atau ibu rumah tangga lain jadi reseller produk.
Dengan strategi ini, toko frozen food bisa berkembang dari sekadar toko kecil menjadi pusat distribusi lokal.
Kesimpulan
Franchise frozen food center adalah peluang bisnis keluarga yang stabil dan terus tumbuh di 2025. Dengan modal mulai Rp 20 juta, Rina sudah bisa memulai usaha sampingan, sementara potensi omzet toko menengah bisa mencapai Rp 50–80 juta per bulan dengan ROI 12–24 bulan.
Produk praktis, repeat order tinggi, dan dukungan franchisor menjadikan frozen food center sebagai salah satu bisnis franchise paling menarik untuk ibu rumah tangga maupun investor pemula.
Jadi, kalau Rina ingin mulai bisnis kuliner tanpa ribet, franchise frozen food center bisa jadi pilihan emas. Saatnya riset paket franchise resmi di marketplace bisnis franchise dan pilih brand yang sesuai dengan modal & target pasar.