Panduan Mengurus Sertifikat Halal Self Declare Gratis Untuk UMKM
Isu sertifikasi halal kini bukan lagi sekadar himbauan moral bagi pelaku usaha. Regulasi terbaru pemerintah telah menetapkan tenggat waktu yang ketat bagi para pelaku UMKM untuk segera melengkapi legalitas produk mereka. Bagi Anda yang bergerak di sektor kuliner, memiliki logo halal di kemasan adalah kunci menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Kami di Buka Outlet sering menekankan bahwa legalitas adalah pondasi utama sebelum Anda berpikir untuk menskalakan bisnis. Kabar baiknya, pemerintah melalui BPJPH menyediakan jalur Self Declare atau pernyataan mandiri yang memungkinkan pelaku usaha mikro dan kecil mengurus sertifikat halal tanpa biaya alias gratis. Program ini dikenal dengan sebutan SEHATI (Sertifikasi Halal Gratis).
Apa Itu Jalur Self Declare?
Metode Self Declare adalah pengakuan status halal produk usaha mikro dan kecil oleh pelaku usaha itu sendiri. Namun, pengakuan ini tidak dilakukan sembarangan.
Pernyataan tersebut harus diperkuat oleh Verifikasi dan Validasi yang dilakukan oleh Pendamping Proses Produk Halal (Pendamping PPH). Jadi, meskipun namanya pernyataan mandiri, Anda tetap diawasi ketat untuk memastikan tidak ada unsur haram dalam proses produksi.
Ini berbeda dengan jalur reguler yang mewajibkan audit oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan berbayar. Jalur ini dikhususkan bagi produk yang bahannya berisiko rendah dan proses produksinya sederhana.
Syarat Wajib Mengikuti Program Sehati
Sebelum masuk ke teknis pendaftaran, Anda wajib memastikan usaha Anda memenuhi kriteria Self Declare. Ketelitian di tahap ini akan menentukan kelulusan Anda.
Berikut adalah persyaratan utamanya:
Produk Tidak Berisiko Produk harus menggunakan bahan yang sudah dipastikan kehalalannya. Contohnya bahan yang sudah bersertifikat halal atau bahan alam yang tidak melalui proses penyembelihan.
Proses Produksi Sederhana Usaha Anda harus menggunakan alat produksi yang sederhana dan dipastikan bebas dari najis. Jika Anda menggunakan alat canggih atau proses radiasi, jalur ini tidak cocok untuk Anda.
Omzet Usaha Memiliki omzet atau hasil penjualan tahunan maksimal Rp500 juta. Ini adalah batasan mutlak untuk kategori usaha mikro.
Memiliki NIB Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah gerbang utama. Pastikan NIB Anda sudah terdaftar di sistem OSS RBA.
Memiliki Penyelia Halal Anda wajib menunjuk satu orang (bisa pemilik usaha atau karyawan) yang bertanggung jawab penuh atas proses kehalalan produk.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Administrasi adalah hal yang sering membuat pelaku usaha mundur perlahan. Padahal jika diruntut, dokumen yang dibutuhkan cukup mendasar.
Kami menyarankan Anda menyiapkan file digital untuk dokumen berikut:
KTP Pemilik Usaha.
Nomor Induk Berusaha (NIB).
Foto produk yang jelas dan menarik.
Daftar menu atau daftar produk.
Daftar bahan baku yang digunakan (pastikan semua ada label halalnya jika bahan olahan).
Proses Pengolahan Produk (diagram alir sederhana dari bahan mentah sampai jadi).
Langkah Teknis Pendaftaran di SIHALAL
Setelah syarat terpenuhi, proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara digital. Anda tidak perlu datang ke kantor Kemenag atau BPJPH pusat.
Ikuti panduan langkah demi langkah berikut ini:
1. Membuat Akun di Ptsp.halal.go.id
Akses laman resmi SIHALAL. Lakukan registrasi dengan memasukkan data diri dan email aktif. Pastikan Anda mengingat password yang dibuat karena proses ini akan memakan waktu beberapa hari hingga keluar sertifikat.
2. Update Data Pelaku Usaha
Setelah masuk ke dashboard, tarik data dari NIB Anda. Sistem SIHALAL biasanya sudah terintegrasi dengan OSS. Periksa kembali kesesuaian alamat produksi dan penanggung jawab usaha. Ketidaksesuaian data di sini sering menyebabkan penolakan oleh komite fatwa.
3. Memilih Pendamping PPH
Ini adalah tahap krusial. Anda harus memilih lembaga pendamping yang ada di sekitar lokasi usaha Anda. Pendamping PPH inilah yang nanti akan memverifikasi bahan dan proses produksi Anda secara langsung atau daring.
4. Input Daftar Bahan dan Produk
Masukkan semua bahan yang Anda gunakan tanpa terkecuali. Mulai dari tepung, gula, hingga penyedap rasa. Sistem akan meminta Anda memasukkan nomor sertifikat halal bahan baku jika bahan tersebut adalah olahan pabrik.
5. Mengajukan Permohonan (Submit)
Setelah semua data terisi, kirimkan permohonan. Status pengajuan Anda akan berubah menjadi "Dikirim ke Pendamping".
Pentingnya Peran Pendamping PPH
Banyak pelaku UMKM yang mengira tugas mereka selesai setelah klik tombol kirim. Padahal, komunikasi dengan Pendamping PPH adalah kunci. Pendamping akan melakukan pengecekan lapangan.
Mereka akan melihat apakah dapur Anda bersih dari najis, apakah alat masak tercampur dengan bahan non-halal, dan apakah tempat penyimpanan bahan sudah sesuai standar. Jadilah kooperatif saat proses ini berlangsung.
Proses Sidang Fatwa
Setelah pendamping memverifikasi, data akan dikirim ke Komite Fatwa MUI untuk penetapan kehalalan produk. Jika disetujui, BPJPH akan menerbitkan Sertifikat Halal elektronik yang bisa Anda unduh dan cetak sendiri.
Waktu proses ini bervariasi, namun standarnya berkisar antara 12 hingga 21 hari kerja sejak data dinyatakan lengkap oleh pendamping.
Mengapa Sertifikasi Halal Penting untuk Bisnis Anda?
Memiliki sertifikat halal bukan sekadar menggugurkan kewajiban negara. Ini adalah strategi branding. Konsumen Indonesia yang mayoritas muslim menjadikan logo halal sebagai indikator keamanan dan kebersihan produk.
Dalam ekosistem bisnis yang kami bangun, termasuk di bukaoutlet.com, standar operasional yang jelas dan legalitas yang lengkap adalah nilai tawar yang mahal. Produk yang sudah bersertifikat halal memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke ritel modern, marketplace halal, hingga pasar ekspor.
Selain itu, dengan memiliki sertifikat halal, Anda melindungi bisnis Anda dari sanksi administratif di masa depan ketika kewajiban halal diterapkan secara menyeluruh.
Tips Agar Lolos Verifikasi
Berdasarkan pengalaman kami mengamati pola kelulusan UMKM, ada beberapa tips "rahasia" yang bisa Anda terapkan:
Jujur pada Bahan: Jangan menyembunyikan bahan apapun. Kejujuran adalah integritas.
Pisahkan Lokasi: Jika dapur rumah digunakan untuk masak harian keluarga, pastikan tidak ada bahan non-halal (seperti babi atau alkohol) yang masuk ke area tersebut.
Konsisten: Nama produk di kemasan harus sama persis dengan yang didaftarkan.
Kesimpulan
Mengurus sertifikat halal Self Declare memang membutuhkan ketelitian, namun biayanya gratis dan manfaatnya jangka panjang. Jangan tunda hingga mendekati tenggat waktu sanksi. Mulailah menginventarisir bahan baku Anda hari ini dan ajukan segera.
Bagi Anda yang ingin fokus pada pengembangan bisnis tanpa pusing memikirkan sistem dari nol, memahami legalitas dasar seperti ini adalah langkah awal yang sangat baik. Legalitas aman, bisnis nyaman.
