Kenapa Franchise Es Teh Jadi Primadona? Cek Analisis Bisnisnya!

Kalau ditanya apa minuman paling merakyat di Indonesia, jawabannya pasti es teh. Murah, segar, dan bisa dinikmati semua kalangan, dari anak sekolah hingga pekerja kantoran. Tak heran jika dalam beberapa tahun terakhir, franchise es teh selalu jadi primadona di marketplace franchise seperti WaralabaKu, StartFranchise.id, dan KlikWaralaba.
Bagi Adi, seorang pekerja kantoran berusia 27 tahun yang sedang mencari peluang usaha modal kecil, fenomena ini tentu menarik. Kenapa franchise es teh begitu populer dibanding kopi kekinian atau boba? Mari kita bedah alasannya.
Kenapa Es Teh Selalu Jadi Favorit
Ada beberapa faktor utama yang membuat franchise es teh terus laris manis di marketplace:
-
Harga Terjangkau
Es teh dikenal sebagai “minuman rakyat” dengan harga jual hanya Rp5.000–Rp10.000 per gelas. Bandingkan dengan kopi susu kekinian yang rata-rata Rp20.000–Rp30.000. Hasilnya, target pasar es teh jauh lebih luas, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga. -
Repeat Order Tinggi
Es teh bukan minuman musiman. Hampir setiap orang bisa minum es teh setiap hari. Inilah bedanya dengan boba atau minuman trendi lain yang cepat naik tapi cepat juga meredup. -
Market Universal
Dari kota besar hingga pedesaan, es teh selalu punya peminat. Jadi, tidak ada batasan geografis untuk membuka outlet.
Modal & Paket Franchise Es Teh
Salah satu alasan franchise es teh populer adalah karena modalnya relatif kecil dan ramah untuk pemula.
-
Banyak brand menawarkan paket franchise mulai Rp10 juta hingga Rp30 juta.
-
Dengan modal di bawah Rp100 juta, investor seperti Adi sudah bisa memiliki gerai sendiri.
-
Bandingkan dengan franchise kopi kekinian yang butuh Rp80–250 juta, atau resto cepat saji yang bisa mencapai Rp500 juta ke atas.
Dengan angka ini, franchise es teh sering dijadikan entry point bagi investor yang baru pertama kali mencoba bisnis franchise.
Keuntungan & ROI
Dari sisi keuntungan, franchise es teh termasuk yang paling menarik di kelas modal kecil.
-
Modal bahan baku sangat rendah: cukup teh, gula, es, dan kemasan.
-
Margin bisa mencapai 40–60%, jauh lebih tinggi dari F&B besar yang margin-nya sering tergerus sewa lokasi dan biaya operasional tinggi.
-
ROI relatif cepat, hanya 6–12 bulan jika lokasi strategis (dekat sekolah, kampus, pasar, atau area kos-kosan).
Bandingkan dengan kopi atau boba: walaupun omzetnya tinggi, modal besar dan biaya operasional membuat ROI bisa lebih lama (12–24 bulan).
Marketplace Franchise Sebagai Pendorong Popularitas
Dulu, calon investor sering ragu memilih franchise minuman murah karena takut abal-abal. Kini, kehadiran marketplace franchise resmi mengubah semuanya.
-
Transparansi Biaya – Marketplace menampilkan detail paket: franchise fee, royalty, estimasi ROI, dan fasilitas apa saja yang didapat.
-
Brand Terverifikasi – Hanya brand dengan legalitas jelas (termasuk STPW) yang bisa masuk marketplace.
-
Kemudahan Perbandingan – Investor bisa langsung membandingkan es teh vs kopi vs minuman lain, sehingga lebih yakin memilih.
-
Kategori Terlaris – Data marketplace menunjukkan franchise es teh hampir selalu masuk daftar franchise paling banyak dicari.
Dengan kata lain, marketplace franchise berperan besar menjadikan es teh sebagai “primadona entry-level” bagi investor pemula.
Brand Franchise Es Teh Populer di Marketplace
Beberapa brand es teh yang paling banyak muncul dan dicari di marketplace franchise antara lain:
-
Es Teh Indonesia – salah satu brand dengan jaringan terbesar di Indonesia, ribuan outlet tersebar di berbagai kota.
-
Teh Poci – pioneer franchise es teh yang sudah lama eksis dan dipercaya pasar.
-
Varian UMKM lokal – banyak brand kreatif yang menawarkan paket Rp10–20 juta dengan inovasi rasa, misalnya es teh jahe, es teh susu, atau es teh dengan topping.
Kelebihan dari adanya marketplace adalah calon investor bisa melihat langsung perbandingan modal, fasilitas, dan skema ROI dari masing-masing brand.
Kelebihan Es Teh Dibanding Minuman Lain
Mengapa franchise es teh lebih menjanjikan dibanding kategori minuman lain?
-
Vs Kopi: harga jauh lebih murah, target pasar lebih luas (anak-anak hingga lansia). Kopi lebih segmented, es teh universal.
-
Vs Boba: es teh bukan tren musiman. Jika boba hanya hype 1–2 tahun, es teh sudah jadi bagian gaya hidup sehari-hari sejak lama.
-
Vs Jus/Minuman Sehat: es teh lebih praktis, bahan baku lebih murah, harga jual lebih terjangkau.
Dengan kata lain, franchise es teh menawarkan kombinasi sempurna: modal kecil, risiko rendah, dan demand tinggi sepanjang waktu.
Tips Sukses Memilih Franchise Es Teh
Bagi Adi dan investor lain yang tertarik masuk bisnis ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
-
Pilih Brand dengan Sistem Jelas – pastikan ada training, dukungan promosi, dan SOP standar.
-
Lokasi Strategis – outlet dekat sekolah, kampus, pasar, atau pusat keramaian biasanya lebih cepat balik modal.
-
Kualitas Rasa Konsisten – meski sederhana, rasa es teh harus enak dan stabil agar pelanggan repeat order.
-
Branding yang Kuat – pilih franchise yang punya identitas visual jelas dan aktif di digital marketing.
Kesimpulan
Franchise es teh menjadi primadona di marketplace franchise bukan tanpa alasan. Dengan modal kecil (Rp10–30 juta), margin tinggi (40–60%), dan ROI cepat (6–12 bulan), bisnis ini sangat cocok untuk investor pemula yang baru ingin mencoba usaha F&B.
Dibanding kopi, boba, atau jus, es teh lebih unggul karena harga terjangkau, target pasar universal, dan repeat order tinggi. Kehadiran marketplace franchise membuat investor semakin percaya diri karena semua brand sudah diverifikasi dan informasi ditampilkan transparan.
Untuk Adi dan calon investor lainnya, franchise es teh bisa jadi pintu masuk ideal menuju dunia bisnis. Mulailah dengan riset di marketplace franchise, bandingkan paket yang ada, lalu pilih brand sesuai modal dan lokasi.
Dengan strategi tepat, es teh bukan sekadar minuman rakyat, tapi bisa jadi mesin cuan yang berkelanjutan.